Lonjakan Harga Mulai Terasa Jelang Akhir Tahun di Kukar, Bawang Merah Paling Bergejolak

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Kepala Bidang Pengawasan dan Promosi Disperindag Kukar, Mohammad Bustani. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Kepala Bidang Pengawasan dan Promosi Disperindag Kukar, Mohammad Bustani. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Mendekati libur panjang akhir tahun, pergerakan harga kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai terasa di pasar. 

 

Sejumlah komoditas menunjukkan tren naik, terutama bawang merah dan daging ayam. Sementara itu, harga beras masih relatif stabil bahkan cenderung menurun.

 

Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar menunjukkan, bawang merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam. Saat ini, harga disebut sudah menyentuh kisaran Rp48 ribu per kilogram. Daging ayam menyusul dengan harga rata-rata Rp35 ribu per kilogram.

 

Kepala Bidang Pengawasan dan Promosi Disperindag Kukar, Mohammad Bustani, menilai fluktuasi harga bawang merah dipicu oleh keterbatasan pasokan. Meski demikian, ia memperkirakan kondisi tersebut hanya bersifat sementara.

 

“Kalau pasokan kembali masuk, biasanya harga ikut turun. Tapi bawang merah ini memang cukup sensitif,” ucap Bustani.

 

Ia menambahkan, pola kenaikan harga menjelang Nataru merupakan fenomena tahunan. Setelah pergantian tahun, harga umumnya kembali bergerak normal.

 

Di sisi lain, masyarakat justru mendapat angin segar dari komoditas beras. Harga beras medium saat ini tercatat Rp17.697 per kilogram, lebih rendah dibanding harga rata-rata sebelumnya di tingkat pangkalan yang berada di kisaran Rp19 ribu per kilogram. 

 

Disperindag juga memastikan stok beras dalam kondisi aman setelah melakukan pengecekan ke agen-agen.

 

Tak hanya soal pangan, pemerintah pusat juga mengantisipasi lonjakan konsumsi energi selama libur akhir tahun. Salah satu langkah yang diambil yakni menambah kuota LPG subsidi secara nasional.

 

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BUMN Doni Oskaria, dan Pertamina, disepakati adanya penambahan pasokan LPG subsidi dari sekitar 8,2 juta metrik ton menjadi 8,4-8,5 juta metrik ton.

Baca Juga :  Kemendag Terbitkan Aturan Baru Impor, Terbuka untuk Evaluasi

 

Bustani menyambut kebijakan tersebut sebagai sinyal positif bagi daerah. Menurutnya, tambahan kuota LPG akan membantu menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode libur panjang.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.