Harga Cabai Melonjak Jelang Nataru, Pedagang Keluhkan Turunnya Daya Beli

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Aktivitas penjual cabai di Tenggarong di tengah lonjakan harga. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Aktivitas penjual cabai di Tenggarong di tengah lonjakan harga. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai dirasakan para pedagang di Pasar Tangga Arung, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). 

 

Harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram kini menembus Rp 55 ribu per kilogram. Kondisi ini berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat.

 

Salah seorang penjual cabai di Pasar Tangga Arung, Dewi Anggraini, mengatakan kenaikan harga terjadi dalam beberapa pekan terakhir akibat pasokan yang tidak stabil dari daerah penghasil. Menurutnya, sebagian besar pembeli kini memilih mengurangi jumlah belanja.

 

“Sekarang banyak yang beli setengah ons atau seperempat kilo. Tidak seperti dulu yang bisa beli satu kilo,” ujarnya, pada Rabu (3/12/2025).

 

Ia menjelaskan, berkurangnya pasokan dipicu faktor cuaca di daerah penghasil cabai. Selain itu, kenaikan biaya angkut turut memengaruhi harga yang diterima pedagang dari distributor.

 

Kondisi tersebut ikut dirasakan pedagang makanan di sekitar pasar, salah satunya Siti Rahmawati, pedagang gorengan. Ia mengaku tetap harus membeli cabai sebagai pelengkap dagangannya, meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

 

“Walaupun cuma sedikit pakai cabai, tapi kalau harganya naik setinggi ini tetap terasa berat,” katanya.

 

Para pedagang berharap, pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, agar aktivitas jual beli menjelang Nataru tetap berjalan normal dan tidak semakin menekan pendapatan mereka.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.