Ia menambahkan bahwa setiap gerak tari harus mengandung jiwa dan cerita.
“Seni itu harus memiliki ruh dalam filosofinya, bukan sekadar gerakan. Ada makna dan kisah yang harus dijaga,” tegasnya.
Sebagai puncak kegiatan, tarian Nusantara akan ditampilkan dalam malam apresiasi pada 5 Desember 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap kolaborasi seniman sekaligus promosi budaya dan ekonomi kreatif di wilayah IKN.

Peserta dari Sanggar Delta Mahakam Muara Jawa, Armansyah, mengungkapkan kebanggaannya ikut terlibat dalam proses kreatif ini.
“Tarian yang kami bawakan menjadi perekat hubungan saya dengan akar tradisi. Rasanya bangga bisa berkolaborasi dengan para penari hebat lainnya,” katanya.
Kehadiran tarian Nusantara diharapkan menjadi ikon kebudayaan baru yang tidak hanya memperkuat daya tarik pariwisata, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi masyarakat lokal dalam membangun identitas kota masa depan. (*/Humas Otorita IKN)







