Ia menekankan bahwa Pemprov Kaltim tetap membuka ruang bagi kritik dari masyarakat maupun media, selama disampaikan dengan cara yang proporsional dan tidak menyerang ranah personal.
“Sampaikanlah kritik secara konstruktif, tidak diarahkan pada serangan individu. Jika sudah menyentuh wilayah pribadi, itulah yang menjadi persoalan. Yang terpenting, jangan sampai menimbulkan pencemaran nama baik. Kami siap menerima kritik yang membangun,” tuturnya.
Rudy juga menyoroti pentingnya pemberitaan yang akurat dan mampu menjaga ketenangan publik, terutama untuk mempertahankan situasi sosial di Kaltim agar tetap kondusif.
Ia menambahkan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan kerja nyata daripada retorika.
“Pemberitaan idealnya aktual dan memberikan keteduhan bagi masyarakat Kaltim. Kami ini lebih banyak bekerja daripada berbicara. Bila ingin lebih banyak berpendapat, ruangnya ada di legislatif karena di situlah tempat menyampaikan pandangan,” ucapnya.
Ia berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers terus terjalin harmonis, dengan saling menghormati peran masing-masing serta bersama-sama menjaga kepentingan publik dan stabilitas daerah.








