Biaya Hidup Masih Berat, Pemprov Minta Daerah Perkuat Dukungan bagi Penerima Gratispol

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Program bantuan pendidikan Gratispol kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan bahwa sebagian mahasiswa penerima masih menghadapi tekanan biaya hidup selama menjalani pendidikan. 

 

Meskipun Gratispol telah menanggung pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), kebutuhan dasar seperti konsumsi dan biaya tempat tinggal masih menjadi beban yang belum sepenuhnya teratasi.

 

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyampaikan bahwa keluhan tersebut terutama datang dari mahasiswa yang merantau ke Samarinda atau Balikpapan dari kabupaten asal mereka. 

 

Menurutnya, keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dalam membantu komponen biaya non-UKT dinilai belum optimal.

 

“Kami mencermati bahwa masih banyak mahasiswa yang merasakan beratnya biaya hidup meskipun telah menjadi penerima Gratispol,” ujar Seno, pada Sabtu (29/11/2025).

 

Ia mencontohkan situasi mahasiswa dari Kutai Barat yang kesulitan mendapatkan hunian dengan biaya terjangkau. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.