BorneoFlash.com, SAMARINDA — Ramainya kendaraan yang melintas di sepanjang Jalan Ir. Juanda terus menjadi persoalan bagi ribuan pelajar yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Empat sekolah besar SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5 berada di koridor itu, sehingga kebutuhan fasilitas penyeberangan yang aman semakin mendesak.
Hingga kini, para siswa tetap harus menyeberang di tengah lalu lintas yang padat setiap jam masuk dan pulang sekolah.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda berupaya menyediakan pelican crossing sebagai titik penyeberangan yang lebih aman.
Namun, Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena izin dari pemerintah pusat belum terbit.
Padahal, dari sisi anggaran, daerah sebenarnya telah siap.
“Izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat belum kami terima. Surat terakhir sudah kami sampaikan,” ujarnya, pada Kamis (27/11/2025).
Meski ada kekhawatiran sebagian pengguna jalan bahwa pelican crossing dapat memperlambat arus kendaraan, Manalu menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi fokus utama dalam perencanaan fasilitas tersebut.







