Cadangan daya pun berada dalam kondisi aman, dengan total ketersediaan mencapai 1.485,51 MW, beban puncak 995,82 MW, serta margin cadangan 477,08 MW.
Chaliq menambahkan bahwa interkoneksi ini tidak hanya memperkuat pasokan energi, tetapi juga mendukung terciptanya kawasan ekonomi berbasis energi bersih dan efisien.
“Jaringan interkoneksi berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri sekaligus kualitas pelayanan kepada pelanggan di pedesaan maupun perkotaan,” ujarnya.
PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan kemajuan masyarakat melalui penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan.
Dengan terbangunnya interkoneksi Kaltim–Kaltara, perusahaan optimistis mampu mengawal pertumbuhan ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih tangguh, modern, dan kompetitif. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar