Ia menambahkan, Otorita IKN ingin membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja harmonis, dan memiliki karakter kuat sesuai tantangan era mendatang. “IKN bukan hanya tempat tinggal, tetapi ekosistem pembelajaran yang membentuk manusia unggul Indonesia 2045,” ujarnya.
Sejalan dengan penguatan kurikulum, pembangunan fasilitas pendidikan juga terus dipercepat. Di KIPP, Otorita IKN sedang menyelesaikan 16 ruang kelas SD, 9 ruang kelas SMP, dan 9 ruang kelas SMA sebagai pemenuhan akses pendidikan dasar dan menengah bagi masyarakat yang akan menempati kawasan inti pemerintahan maupun warga di sekitar IKN.
Sosialisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan. Para guru di Loa Janan diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai IKN, seperti keberlanjutan, inklusivitas, teknologi, dan kepemimpinan masa depan ke dalam pembelajaran sehari-hari.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi saksi pembangunan IKN, tetapi berkembang sebagai mitra aktif yang memiliki rasa memiliki terhadap ibu kota negara baru.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujiyanto, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen daerah dalam mendukung pembangunan IKN.

“Sinergi antara pemerintah pusat, Otorita IKN, dan pemerintah daerah menjadi kunci mempersiapkan generasi emas. Guru memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai dan visi IKN ke ruang kelas, sehingga pembangunan fisik dan pembangunan manusia berjalan seimbang,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN berharap kolaborasi dengan para pendidik di wilayah delineasi semakin kuat, sehingga pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan, cerdas, dan berdaya saing global dapat diwujudkan melalui generasi muda yang dibekali kompetensi hidup dan karakter masa depan. (*/Humas Otorita IKN)






