Dalam konteks sekolah, ini berarti guru bukan hanya menjadi pemberi materi, melainkan fasilitator yang mampu menggerakkan dan memandu pikiran siswa agar mereka bisa menemukan sendiri makna dan jawaban permasalahan. Dengan cara ini, terbentuklah pembelajaran yang tidak sekedar mekanistik, melainkan bermakna dan hidup.
Kaitan dengan Pendidikan Modern dan Tantangannya
Dalam era modern saat ini, pendidikan menghadapi berbagai tantangan seperti kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan dunia kerja yang cepat. Sekolah dituntut untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya punya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi, yang semua itu bertumpu pada pikiran yang hidup dan aktif.
Jika sekolah hanya berfokus pada pengulangan materi dan pencapaian nilai tinggi saja, maka murid akan tumbuh menjadi pribadi yang pasif, sekadar mengikuti arus dan kurang mampu menghadapi masalah kompleks di masyarakat.
Bertrand, dengan teorinya mengenai pengaktifan pikiran, menegaskan bahwa pendidikan harus bersifat holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang saling bersinergi.
Aspek kognitif diutamakan sebagai dasar untuk membangun karakter dan sikap yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab. Sekolah yang menghidupkan pikiran akan membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang esensial dalam menghadapi perubahan zaman.
Implementasi Teori Bertrand dalam Praktik Sekolah
Menghidupkan pikiran siswa dalam praktik sekolah memerlukan perubahan mendasar dalam metode dan sistem pembelajaran. Mengacu pada teori Bertrand, beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:
- Pembelajaran Berbasis Diskusi dan Problem Solving
Melibatkan siswa dalam diskusi kelompok dan penanganan masalah nyata memungkinkan mereka berpikir secara aktif, mengembangkan argumentasi, dan belajar dari perspektif orang lain.
- Pengajaran yang Mendorong Berpikir Kritis
Guru harus mengajukan pertanyaan terbuka yang menantang siswa untuk tidak hanya mengingat, tetapi menganalisis dan mengevaluasi berbagai informasi yang mereka terima.
- Memberikan Ruang untuk Eksplorasi dan Kreasi
Sekolah dan guru memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen, berkreasi, dan mencoba pendekatan baru tanpa takut salah, sehingga mereka belajar dari kegagalan dan kesuksesan.
- Membangun Hubungan Interaktif antara Guru dan Siswa
Komunikasi yang terbuka dan dialogis antara guru dan siswa sangat penting untuk merangsang pemikiran reflektif dan pengembangan wawasan.





