Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan KONI Provinsi, agar jalur pembinaan dan kompetisi atlet berjalan semakin terstruktur.
Dari 62 cabor yang lolos verifikasi, 53 menghadiri Musorkotlub. Sebanyak 40 di antaranya menyatakan dukungan kepada Gasali, sementara sekitar 20 belum memberikan dukungan.Gasali menegaskan bahwa tidak boleh ada perpecahan.
“Balikpapan tidak butuh kubu. Kita butuh persatuan agar pembinaan atlet bisa berkelanjutan dan akuntabel,” katanya.
Gasali mengungkapkan, dirinya hanya diberi waktu 30 hari untuk menyusun struktur pengurus baru. Namun ia menargetkan penyelesaian lebih cepat.

“Kalau bisa satu minggu selesai, kenapa tidak? Di depan mata kita ada Popda, Pra Porprov, dan Porprov 2026. Kita harus bergerak cepat,” ucapnya.
Gasali menambahkan bahwa strategi utama mempertahankan Balikpapan sebagai kota dengan tradisi prestasi, adalah memperkuat pembinaan sejak usia dini serta sistem regenerasi atlet.
“Kita pertahankan apa yang sudah dicapai pengurus sebelumnya, tetapi kita harus melangkah lebih baik. Pembinaan berkelanjutan dan integritas pengurus menjadi prinsip utama,” tuturnya. (*)







