Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Polda Kaltim tercatat telah merespons cepat 202 kejadian bencana di wilayahnya. Tindakan tersebut didominasi penanganan kebakaran, banjir, dan pohon tumbang.
Selain mengerahkan 1.121 personel di seluruh jajaran Polda dan Polres se-Kaltim, Polri juga mengintensifkan koordinasi lintas sektoral, melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan, serta menyiapkan sarana pendukung seperti kendaraan taktis, dapur lapangan, pos siaga, dan logistik darurat.
Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar kesadaran dan partisipasi publik dalam mitigasi bencana semakin meningkat.
“Kita memasuki musim hujan dengan risiko bencana yang meningkat. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur, tapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama,” tegas Irjen Endar.

Ia berharap apel kesiapsiagaan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat action plan nyata di lapangan.
“Sinergi kita hari ini harus melahirkan aksi konkret. Kesiapsiagaan tidak berhenti di apel, tapi berlanjut dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kapolda Kaltim usai memimpin apel, meninjau stand perlengkapan kesiapsiagaan bencana. (*)





