BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mulai menanamkan kesadaran kebencanaan sejak usia dini.
Anak-anak PAUD dan TK kini diajak mengenal bencana dengan cara menyenangkan, melalui permainan, simulasi, dan pengalaman langsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan edukasi kebencanaan sejak dini sangat penting, untuk membentuk generasi muda yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, pemahaman tentang bencana tidak bisa hanya diberikan kepada orang dewasa. “Cara memahamkan anak-anak usia dini pasti berbeda. Pola edukasinya harus disesuaikan dengan cara mereka bermain dan belajar. Karena itu, kami menggunakan pendekatan permainan dan simulasi agar mereka lebih mudah memahami,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Minggu (2/11/2025).
Sebagai langkah konkret, BPBD Balikpapan telah membuka Ruang Edukasi Kebencanaan yang dapat dimanfaatkan lembaga pendidikan anak usia dini di seluruh kecamatan. Sekolah-sekolah PAUD dan TK yang berminat bisa mengajukan permohonan melalui UPTD BPBD untuk dijadwalkan kunjungan dan kegiatan edukatif.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis bencana seperti kebakaran, banjir, dan gempa bumi. Mereka belajar mengenali Alat Pemadam Api Ringan (APAR), melapor jika terjadi kebakaran, hingga mencoba praktik pemadaman api sederhana dengan pengawasan petugas.
Agar pembelajaran terasa menyenangkan, kegiatan dikemas dengan metode belajar sambil bermain. Anak-anak diajak bermain peran sebagai petugas pemadam kebakaran, melakukan evakuasi saat simulasi gempa, hingga berlatih menyelamatkan diri ke titik aman.
“Dengan edukasi ini, anak-anak diharapkan memahami apa itu bencana, bahayanya, dan bagaimana harus bertindak. Ketika mereka dewasa nanti, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih siap dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungannya,” tambah Usman.
Tak hanya untuk anak-anak, BPBD Balikpapan juga memberikan pelatihan kesiapsiagaan bagi guru dan tenaga pendidik. Mereka diajarkan cara menyusun rencana evakuasi, membuat jalur aman, hingga penanganan darurat sederhana.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para orang tua murid. Banyak yang menilai kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan anak-anak, tetapi juga menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan rumah.
“Kami ingin edukasi kebencanaan menjadi bagian dari budaya masyarakat Balikpapan. Harapannya, kota ini tumbuh menjadi kota tangguh bencana, dengan warga yang sadar, sigap, dan saling menjaga keselamatan,” tutup Usman. (Adv)





