“Pembinaan kedisiplinan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru dan kepala sekolah. Kami bekerja sama dengan TNI dan Polri agar seluruh elemen memiliki semangat tanggung jawab dan disiplin yang setara,” jelasnya.
Ia menambahkan, para pendidik dan kepala sekolah telah mendapatkan pembekalan intensif sebelum menjalankan tugas.
Bahkan, Presiden RI turut memberikan pengarahan langsung dalam proses pelatihan tersebut.
“Para guru dan kepala sekolah telah mengikuti retret dan pembekalan, termasuk mendapatkan arahan langsung dari Presiden. Dengan begitu, mereka memahami peran penting yang harus dijalankan,” ungkapnya.
Meski demikian, Saifullah Yusuf mengakui bahwa dinamika di masa awal pelaksanaan masih cukup tinggi.
Siswa dan guru perlu beradaptasi terhadap ritme baru, terutama bagi peserta didik yang belum terbiasa dengan kedisiplinan ketat atau masih merasa rindu dengan suasana rumah.
Namun, ia optimistis bahwa seiring waktu, proses ini akan membuahkan hasil positif sebagaimana terlihat di Sekolah Rakyat di daerah lain.
“Dari pengalaman yang ada, siswa-siswa menunjukkan kemajuan signifikan. Mereka menjadi lebih disiplin, tertib, dan nyaman dalam belajar,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Saifullah Yusuf berpesan agar para guru dan kepala sekolah, khususnya di tingkat dasar, mengedepankan pendekatan yang lembut dan penuh empati kepada murid.
“Pendekatan yang humanis sangat dibutuhkan. Guru dan kepala sekolah harus memiliki empati, kesabaran, serta kasih sayang agar anak-anak dapat berkembang dengan baik,” tandasnya.





