“Kita ingin mengenalkan sejarah perjuangan Rasulullah dengan cara yang dekat, menyentuh, dan relevan dengan anak muda,” ujarnya.
Perpaduan sound effect dan lighting menambah keseruan acara ini, tidak sedikit penonton yang larut dalam suasana tawa hingga kesedihan yang mendalam setelah mendengarkan beratnya kisah perjuangan Rasulullah dalam mendakwahkan Islam sebagai pedoman hidup.
Testimoni dari peserta turut memperkuat kesan acara. Gobe Armando menilai, “Keren, menarik, dan edukatif… membuat kita kembali ke zaman Rasulullah, sang pemimpin, serta menambah wawasan sejarah Islam.”

Sementara Octa dan Rifda menyebutnya “luar biasa, mengharukan, seolah-olah menghubungkan kita langsung dengan masa Rasulullah.”
Acara ditutup dengan lantunan lagu “Jejakmu” ciptaan Simpul Dakwah, yang semakin menambah keharuan dan mengikat pesan utama: mengingatkan kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dan meneladani jejak langkahnya. (*)





