Pemprov Kaltim

Selain Judi Online, Pergantian Sistem Data Jadi Faktor Penghentian Bansos

lihat foto
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Penghentian bantuan sosial (bansos) oleh Kementerian Sosial kepada lebih dari 300 ribu penerima manfaat ternyata tidak hanya dipicu praktik judi online.

Dinas Sosial Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan kebijakan tersebut juga dipengaruhi perubahan sistem pendataan penerima.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Terpadu Indonesia Sejahtera Nasional (DTSEN) menyebabkan banyak nama tidak lagi tercatat.

Verifikasi lapangan juga mendapati sebagian warga sudah tidak layak menerima karena kondisi ekonominya membaik.

“Masyarakat yang keluar dari daftar penerima seharusnya merasa bangga, sebab itu menandakan mereka telah mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah,” kata Andi, pada Sabtu (13/9/2025).

Meski isu judi online ramai diperbincangkan, ia menekankan Dinsos Kaltim belum memiliki data spesifik di daerah.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar