BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mengkaji penggunaan layanan satelit Starlink untuk memperluas akses internet, khususnya di wilayah pedalaman dan kepulauan yang sulit dijangkau jaringan kabel maupun nirkabel.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan internet desa tidak dapat bertumpu pada satu jalur infrastruktur saja.
“Pembangunan jaringan serat optik tetap menjadi prioritas utama. Namun bagi daerah yang benar-benar terisolasi, opsi Starlink melalui mitra resmi di Indonesia dapat dijadikan alternatif,”tutur Faisal dalam keterangan pers di Samarinda, pada Jumat (29/8/2025).
Ia menjelaskan, kawasan kepulauan merupakan lokasi yang paling memungkinkan untuk penerapan teknologi ini.
“Sebagai contoh di Maratua, pemasangan kabel bawah laut menghadapi banyak kendala. Dalam kondisi demikian, layanan satelit menjadi pilihan yang lebih realistis,”jelasnya.
Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa setiap desa yang memanfaatkan Starlink akan memperoleh dukungan penuh mulai dari instalasi perangkat hingga aktivasi layanan.
“Pihak penyedia akan memastikan perangkat berfungsi dengan baik. Apabila desa tersebut belum memiliki sumber listrik, kami akan menyiapkan panel surya skala kecil agar layanan tetap berjalan,”paparnya.
Meski membuka peluang pemanfaatan Starlink, Faisal menekankan bahwa teknologi ini bukanlah prioritas utama.
Pemprov Kaltim tetap mengedepankan penggunaan serat optik dan jaringan nirkabel yang dinilai lebih stabil dan efisien secara biaya.