Untuk mendukung keberlanjutan program, Nurlena juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan dukungan transportasi bagi para kader. “Tidak perlu banyak, tapi paling tidak cukup untuk membeli bensin saat mereka melakukan sosialisasi,” tambahnya.
Saat ini, jumlah kader PKK di Balikpapan mencapai 11 ribu orang. Jika seluruhnya diberdayakan, ia optimistis program DLH dapat berjalan maksimal.
Nurlena menegaskan, peran kader PKK harus terus diperkuat. “Ini bukan hanya soal kebersihan kota hari ini, tapi bagaimana kita memberikan contoh bagi anak-anak kita agar mereka juga menularkan kepedulian kepada generasi berikutnya,” katanya.
Selain pengelolaan sampah, Nurlena juga mendorong kader untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai hutan kota. Salah satunya di kawasan Telagasari–Prapatan yang memiliki lahan seluas 7 hektare.
“Kita ingin hutan kota ini bukan hanya tempat edukasi, tetapi juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar melalui UMKM. Wisatawan yang datang pasti mencari makanan dan minuman, dan di sana kita bisa sekaligus memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Wilayah I Kaltimtara Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan, Agung Aprianto selaku narasumber pada kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kegiatan pelatihan kader sangat penting untuk memberikan pemahaman praktis.
“Peserta diajak langsung mempraktekkan cara memilah sampah hingga membuat kompos sederhana yang mudah diaplikasikan di rumah,” jelasnya.







