“Kami selalu berkoordinasi setiap minggu bersama Satgas Pengendalian Inflasi, bahkan saya turut hadir dalam rapat bulanannya. Komunikasilah dengan Satgas yang ada di pasar jika ada informasi yang meragukan,” imbaunya.
Untuk mendukung kestabilan pangan, masyarakat juga dapat membeli beras di Toko Penyeimbang milik Perumda maupun melalui program Bulog. Dinas Perdagangan Balikpapan juga terus melakukan operasi pasar di berbagai titik.
“Sistem distribusi sebenarnya sudah berjalan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau pun sempat ada kekosongan stok, proses distribusinya akan dipercepat,” tambahnya.
Mengenai angka inflasi, tercatat pada Juni 2025 inflasi Kota Balikpapan berada di angka 1,77 persen, masih di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,5 persen.
Bagus menilai peningkatan ini bukan semata-mata karena inflasi, tetapi lebih pada meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring bertambahnya jumlah pendatang.
“Kenaikan harga terjadi kalau stok tidak mencukupi. Tapi kalau stok tersedia, harga akan stabil. Media juga perlu menyampaikan informasi yang benar agar tidak memperkeruh situasi,” pungkasnya.







