Hingga kini, belum ada kepastian mengenai tipe jembatan yang akan dibangun, termasuk kemungkinan menggunakan sistem jembatan buka-tutup seperti yang diterapkan di beberapa negara lain.
Lebih lanjut, Wagub Seno mengatakan bahwa meski Jembatan Pulau Balang telah menjadi alternatif penghubung antara Balikpapan dan PPU, namun masyarakat masih banyak yang bergantung pada moda transportasi laut seperti kapal klotok, speedboat, dan kapal feri.
“Kami tentu berharap ada jembatan baru yang bisa langsung menghubungkan Balikpapan ke PPU. Memang ada Jembatan Pulau Balang, tetapi untuk wilayah tertentu, akses darat masih belum optimal,”tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Jembatan Pulau Balang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan konektivitas di kawasan Buluminung.
Karena itu, opsi pembangunan jembatan baru di Teluk Balikpapan tetap dipandang sebagai langkah strategis.
Wagub Seno menambahkan, hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut antara pemerintah pusat dan daerah terkait kelanjutan proyek tersebut.
Pemerintah provinsi masih menunggu kepastian desain baru serta komitmen bersama untuk merealisasikan pembangunan jembatan itu.
“Kami masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat, apakah desain akan diubah dan seperti apa bentuk jembatan nantinya. Semua masih dalam tahap diskusi,”pungkasnya. (*)