BorneoFlash.com, SAMARINDA – Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif dan produk serba instan, kerajinan manik-manik bermotif Dayak masih menunjukkan daya tahannya di Samarinda.
Bukan hanya sebagai cendera mata, manik-manik ini menjadi simbol kuat dari warisan budaya yang diwariskan lintas generasi, sekaligus penopang ekonomi rumahan bagi banyak perempuan.
Dari rumah ke pasar global: kisah manik Dayak yang bertahan lewat tangan perempuan bukan sekadar judul cerita, tapi realitas yang hidup di balik industri kecil ini.
Lewat kerajinan tangan, para ibu rumah tangga di Samarinda Seberang dan sekitarnya menjaga agar nilai-nilai tradisional tetap bernyawa, bahkan hingga menjangkau pembeli dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri.
Manik-manik ini dirangkai menjadi beragam produk seperti kalung, gantungan kunci, dan tas kecil.
Namun yang membuatnya istimewa adalah sentuhan motif Dayak dan pilihan warna mencolok yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya lokal Kalimantan Timur.

Proses produksi masih bersifat manual dan dikerjakan secara kolektif dari rumah masing-masing.
Model kerja ini membuka ruang bagi pemberdayaan ekonomi perempuan tanpa mengorbankan peran domestik mereka.
Melalui kerajinan ini, rumah menjadi ruang produksi budaya sekaligus sumber penghasilan.