BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian
Kebudayaan
(Kemenbud
)akan
menggelar
uji
publik
naskah
sejarah
nasional
Indonesia pada
Juli
2025. Uji
publik
ini
membuka
ruang
bagi
masyarakat
dan
sejarawan
untuk
memberi
masukan
terhadap
hasil
penulisan
sejarah
dari
masa
prasejarah
hingga
era
kontemporer
.Menteri
Kebudayaan
Fadli Zonmenyatakan
bahwa
tim
akademisi
memperbarui
naskah
berdasarkan
fondasi
yang
sudah
ada
.Iamenyoroti
bahwa
selama
26tahun
terakhir
,belum
ada
pembaruan
signifikan
,terutama
pada era Reformasi
hingga
saat
ini
.Sebanyak
113
sejarawan
dari
34perguruan
tinggi
menyusun
naskah
ini
selama
lebih
dari
tujuh
bulan
. Tim
tersebut
juga
melibatkan
editor
umum
, editor per
jilid
, dan
penulis
khusus
.Fadli
memastikan
tim
menyusun
sejarah
ini
secara
ilmiah
dan
netral
dari
kepentingan
politik
.Iamenegaskan
bahwa
naskah
tidak
hanya
memuat
sejarah
politik
dan
konflik
,tetapi
juga
budaya
,ilmu
pengetahuan
, dan
peradaban
.Ia
menyebutkan
beberapa
temuan
baru
yang
tim
masukkan
dalam
naskah
,seperti
situs
Leang
Karampuang
yang
berusia
lebih
dari
51ribu
tahun
,serta
jejak
masuknya
Islam
abad
ke-7 di situs
Bongal
,Tapanuli
Utara.
“Kami
menulis
sejarah
untuk
mempersatukan
bangsa
,bukan
memecah
belah
,”
tegas
Fadli
.Ia
juga
menegaskan
bahwa
pemerintah
membuka
diri
terhadap
kritik
selama
masyarakat
menyampaikannya
secara
ilmiah
dan
konstruktif
. “Uji
publik
ini
memberi
ruang
demokratis
bagi
semua
pihak
untuk
berkontribusi
,”
ujarnya
.Fadli
menegaskan
bahwa
tim
tetap
mencantumkan
peristiwa
pemerkosaan
saat
kerusuhan
1998
dalam
naskah
. “Kami
sudah
menjelaskan
itu
dalam
rapat
kerja
bersama
Komisi
X DPR. Kami
tidak
menghapus
apa
pun,” kata
Fadli
. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar