“Magang ke luar negeri adalah salah satu solusi yang dapat berdampak langsung terhadap persoalan pengangguran dan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap peluang serupa juga bisa dikembangkan ke negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Australia.
Menurutnya, memperluas tujuan program magang akan memperbesar akses anak-anak muda Kaltim terhadap dunia kerja global.
“Kita berharap ke depan tidak hanya Jepang, tetapi juga negara-negara lain bisa menjadi tujuan magang. Ini akan memberi pengaruh positif bagi kualitas sumber daya manusia Kaltim,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menjelaskan bahwa program magang ke Jepang memiliki tahapan seleksi yang cukup ketat.
Salah satu tahap penting adalah pelatihan bahasa Jepang sebagai syarat utama keberangkatan.
“Peserta akan menjalani pelatihan dasar di BPVP Samarinda, kemudian dilanjutkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi selama tiga bulan. Total masa persiapan sekitar enam bulan,”jelas Eka.
Dalam gelombang terbaru, sebanyak 267 peserta lulusan SMA/SMK dari Kaltim telah terdaftar untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang.
Sebanyak 170 peserta mengikuti secara langsung (luring), sementara sisanya, 97 orang, mengikuti pelatihan secara daring. (*)





