Ia mengapresiasi para pedagang, distributor, hingga pengecer yang tidak melakukan penimbunan barang maupun manipulasi harga.
“Hasil baik ini lahir dari kerja sama yang sehat antara masyarakat dan pelaku ekonomi. Warga tidak melakukan panic buying, pedagang pun berjualan secara wajar. Ini patut diapresiasi,”lanjutnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya memang telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian barang secara berlebihan guna menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasaran.
Upaya edukatif tersebut terbukti efektif dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif saat Iduladha.
“Kami berharap tren konsumsi yang sehat ini terus terjaga ke depannya, tidak hanya pada hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi budaya ekonomi baru masyarakat kita,”pungkas Seno Aji.
Dengan situasi yang terkendali ini, Pemprov Kaltim berharap pola konsumsi bijak dan kolaborasi yang sehat antara warga dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sebagai bagian dari ketahanan ekonomi daerah. (*)







