Menurut Arditya, kemunculan para kandidat menandakan bahwa banyak insan media yang memiliki komitmen untuk membesarkan SMSI dan siap terlibat dalam roda organisasi. Hal ini, kata dia, harus disambut dengan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi etika organisasi.
“Kita ingin kontestasi ini berjalan secara sehat, demokratis, dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan. Jangan sampai dinamika ini justru memecah belah kita sebagai anggota SMSI di Kaltim,” tegasnya.
Arditya juga menyampaikan bahwa dirinya tengah mengusung program kerja bertajuk “Bermedia yang Profesional” di tingkat kota, dan karena itu membutuhkan sinergi yang kuat dengan Ketua SMSI Kaltim mendatang.
“Saya butuh pemimpin SMSI Kaltim yang sevisi agar bisa mendukung program kami di daerah. Tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tapi juga demi perbaikan ekosistem media di Kaltim secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia berharap SMSI ke depan benar-benar mampu mendorong media siber yang kredibel, profesional, dan berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat.
“SMSI ini bukan kumpulan buzzer. Kita adalah bagian dari pilar demokrasi yang punya tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang akurat dan mencerahkan. Karena itu, saya mencari calon ketua yang sefrekuensi dalam menjaga marwah media yang merdeka dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hak suara dalam Musdaprov SMSI Kaltim berada di tangan sembilan ketua SMSI kabupaten/kota se-Kaltim, yakni dari Berau, Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Musdaprov SMSI Kaltim dijadwalkan akan diselenggarakan pada 11 Mei 2025, bertempat di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda. (*)





