BorneoFlash.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyelenggarakan open house yang diadakan di Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim pada hari ketiga Idulfitri Rabu (2/4/2025).
Acara ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.
“Pada hari ketiga Idulfitri ini, kami melaksanakan open house yang terbuka untuk seluruh masyarakat. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dalam suasana Idulfitri,” ungkap Rudy Mas’ud.
Selain dihadiri oleh pejabat pemerintah, sejumlah organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta kelompok keagamaan juga turut meramaikan acara tersebut.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kedatangan rombongan penyandang disabilitas dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur.
Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari Gubernur Rudy Mas’ud, yang menilai pentingnya inklusivitas dalam pembangunan daerah.
Ketua PPDI Kaltim, Anni Juwariyah, memberikan apresiasi atas kesempatan untuk bisa bersilaturahmi langsung dengan Gubernur.
Ia berharap, pertemuan tersebut menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap penyandang disabilitas dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Saya merasa senang dan berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dari perhatian yang lebih panjang. Dalam visi dan misi beliau, terdapat dua poin yang secara khusus memperhatikan penyandang disabilitas, yakni pada visi pertama dan kelima, yang juga telah dibahas dalam konsultasi publik RPJMD,” ujar Anni.
Menurut Anni, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di Kaltim masih menjadi tantangan besar, terutama terkait kurangnya fasilitas yang ramah disabilitas, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.
Hal ini dianggap sebagai kendala utama dalam mewujudkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
“Pada pemerintahan sebelumnya, terdapat penurunan perhatian terhadap penyandang disabilitas akibat terbatasnya aksesibilitas. Kami berharap pemerintahan yang sedang berjalan dapat menjadikan hal ini sebagai prioritas utama, termasuk dengan menyediakan data terintegrasi untuk memastikan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Anni menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukanlah sekadar objek belas kasihan, melainkan individu yang memiliki hak untuk diperhatikan dalam pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Rudy menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa pembangunan di Kalimantan Timur lebih inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.