BorneoFlash.com, CILACAP – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan menguji coba produksi bioavtur berbahan minyak jelantah (used cooking oil atau UCO) pada kuartal II 2025 di Kilang Cilacap, dengan target 9.000 barel per hari.
Metode coprocessing mencampurkan 3 persen minyak jelantah dalam produksi harian. KPI bekerja sama dengan kolektor UCO dan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan.
Bioavtur ini menyasar maskapai internasional yang wajib menggunakan bahan bakar hijau. Sebelum digunakan, bioavtur akan menjalani uji statis dan uji terbang. Pelita Air menjadi maskapai pertama yang menggunakannya.
Jika berkelanjutan, produksi diperluas ke Kilang Plaju dan Dumai. Dengan teknologi coprocessing yang tersedia, KPI tidak memerlukan investasi besar dan menjajaki kemitraan strategis.
Langkah ini mendukung transisi energi hijau, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan meningkatkan daya saing aviasi nasional. (*)