Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti dalam kesempatan ini menekankan bahwa pemahaman HSSE di antara pekerja memiliki tantangan tersendiri.
“Mari kita sama-sama saling peduli dengan hal-hal kecil terkait K3. Saya juga mengajak seluruh pekerja untuk mematuhi HSSE Golden Rules: Patuh, Intervensi, dan Peduli. Selain itu, ada tiga budaya AKHLAK yang menjadi project charter di tahun 2025, yaitu Kreatif (Komitmen Rapat Efisien dan Efektif), On Time (No Time for Not on Time), dan WPSI (Woman Positive Safety Intervention),” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengingatkan pentingnya mechanical integrity sebelum fase commissioning dan startup unit yang sedang dalam tahap penyelesaian konstruksi. Saat ini, progres proyek telah mencapai 92,57%, yang merupakan hasil kontribusi dari seluruh pekerja.
Dalam penutupan BK3N ini, PT KPB juga menggelar HSSE Fair yang menghadirkan berbagai tenant interaktif terkait K3, pemeriksaan kesehatan (gula darah, kolesterol, dan asam urat), informasi mengenai program lingkungan, serta stan makanan dan minuman untuk memeriahkan acara.
Dengan berakhirnya rangkaian Bulan K3 Nasional ini, PT KPB terus berkomitmen untuk membudayakan K3 melalui program budaya berkelanjutan menuju HSSE generative serta membentuk Perwira Pertamina yang memiliki keterampilan HSSE. “Seluruh kegiatan diharapkan dapat memacu semangat dan mengkampanyekan K3 dalam setiap aspek pekerjaan, sehingga budaya K3 dapat semakin melekat dalam keseharian kita,” tambah Asep Sulaeman, VP Legal & Relation PT KPB.
Sebagai pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe, PT KPB terus berkomitmen dalam pengelolaan proyek pengembangan kilang sesuai dengan standar HSSE kelas dunia.
Hal ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Badan Usaha Milik Negara dalam mendukung Asta Cita Presiden untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan penerapan HSSE yang kuat, diharapkan dapat mendukung penyelesaian proyek untuk ketahanan dan kemandirian energi nasional. (*)





