Telegram Raup Untung, Pertama Kalinya Setelah 11 Tahun

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ilustrasi Telegram
Ilustrasi Telegram

Pencapaian lainnya yang diraih Telegram pada akhir tahun ini yaitu pelunasan utang sebesar 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 32,37 triliun).

 

Adapun tonggak sejarah ini dicapai Telegram di saat perusahaan menghadapi pengawasan ketat pemerintah Perancis, karena dianggap membantu penyebaran misinformasi dan konten berbahaya seperti pelecehan seksual anak.

 

Karena tuduhan itu, jaksa penuntut umum Perancis pada Agustus 2024 lalu bahkan melarang Pavel Durov keluar dari Perancis.  

 

Selain di Perancis, Telegram juga bersitegang dengan Uni Eropa, Rusia hingga Iran karena konten ilegal yang tersebar di platform-nya. Aplikasi pesan instan ini juga dinilai kurang responsif atas permintaan penghapusan konten.

 

Kendati demikian, juru bicara Telegram, Devon Spurgeon menegaskan bahwa aplikasinya berkomitmen melawan misinformasi. 

 

“Kami melakukan ini dengan menyediakan konten yang mereka ikuti (subscribe) dan menawarkan sistem verifikasi untuk membantu pengguna mengidentifikasi saluran (channel) resmi,” kata Spurgeon, dikutip BorneoFlash.com dari KompasTekno, Sabtu (28/12/2024).

 

 “Kami juga tidak memakai algoritma yang mempromosikan konten sensasional,” lanjut dia. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.