Arafat mengatakan bahwa sosialisasi ini juga dikemas dengan melakukan olahraga bersama. Kegiatan ini sudah kesekian kalinya dilakukan sepanjang 2024. Untuk itu, manfaatkan silaturahmi ini untuk mempererat komunikasi dan memperlancar komunikasi, sehingga semua dapat berjalan lancar khususnya dalam mengamankan operasional kilang minyak balikpapan.
“Mudah-mudahan kedepan bisa lebih menarik untuk sama-sama kita berkumpul, sehingga bisa memberikan masukan dan arahan demi kemajuan kilang Pertamina Balikpapan, karena kilang ini bukan milik Pertamina saja melainkan milik kita semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, PT KPI Unit Balikpapan memberikan paket ceria kepada perwakilan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kelurahan Margasari dan Margomulyo.
Sementara itu, Manager HSSE PT KPI Unit Balikpapan, Binsar Butar Butar mengundang stakeholder dari sisi pengamanan maupun pemerintahan sekitar lingkungan Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, untuk menghadiri kegiatan ini.
“Sebentar lagi akan memasuki satgas nataru pada akhir tahun ini, yang biasanya dimulai sekitar tanggal 20 an. Khusus Pertamina RU V, kami ingin mengingatkan kembali sosialisasikan seperti yang kita sampaikan sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Khusus untuk nataru, Ia mohon bantuan partisipasi untuk mengingatkan ke masyarakat sekitar, karena jalan minyak berbatasan langsung dengan area kilang, sehingga dapat mengingatkan larangan tidak boleh memasang kembang api dan sejenisnya.
“Kita takutkan pada saat memasang kembang api, arahnya bukan keluar tapi menuju ke arah dalam. Tangki memang tempat menyimpan BBM, yang di dalamnya minyak, jika ada percikan api potensi bisa menyebabkan kejadian yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Khususnya di akhir tahun, di jalan minyak, akan dilakukan pengubahan jalur lalu lintas dengan tujuan untuk mengamankan kilang. Sedangkan, di area kampung atas air, memang saat ini area tersebut menjadi area primadona untuk di akhir tahun yang menjadi spot baik untuk berfoto.
“Jadi mohon bantuannya sekali lagi nanti kita sosialisasikan lagi, agar tidak menyalakan kembang api di area sana. Nanti coba kita koordinasi kira-kira di area mana sih yang aman ketika merayakan bersama-sama,” sebutnya.
Apabila terjadi gangguan di Kilang Pertamina Balikpapan, akan menyebabkan gangguan ke nasional. “Bukan hanya untuk perusahaan, tapi untuk menjaga kebutuhan energi nasional di Indonesia,” pungkasnya. (*)