BorneoFlash.com, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., menerima penghargaan adat berupa pengukuhan sebagai Hipui Ayaq (Pemimpin Adat) dari tokoh-tokoh adat se-Kabupaten Mahulu.
Acara audiensi ini berlangsung pada Selasa (08/10/2024) di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Mahulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M.
Sebanyak 70 tokoh adat dari berbagai sub-suku di Kabupaten Mahulu hadir dalam pertemuan ini, dengan tujuan menyampaikan aspirasi serta memberikan penghargaan adat kepada Bupati Bonifasius Belawan Geh.
Pemberian penghargaan ini didasarkan pada keputusan rapat tokoh adat yang digelar di Lamin Long Gelaat, Kampung Ujoh Bilang, pada 7 Oktober 2024, yang dipimpin oleh Belawing Belareq.
Sebagai bentuk pengakuan adat, penghargaan tersebut akan ditandai dengan upacara adat LAKIN, yang melibatkan pendirian Kayo Araan/Belawing sebagai simbol pengukuhan.
Dalam sambutannya, Bupati Bonifasius Belawan Geh mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia mengaku tidak pernah mengharapkan penghargaan ini dan menegaskan bahwa pengabdiannya selama ini semata-mata untuk memajukan Mahulu dan menyejahterakan masyarakat.
“Saya berjuang murni untuk mengabdi kepada masyarakat Mahulu dengan tujuan memajukan daerah ini, agar tidak tertinggal dari daerah lain. Inilah tekad dan misi utama saya menjadi Bupati Mahulu,” kata Bonifasius.
Bupati juga mendukung penuh aspirasi yang disampaikan oleh para tokoh adat. Ia mendorong setiap lembaga adat untuk menyusun perencanaan pembangunan yang baik dan mengajukannya kepada pemerintah untuk mendapatkan dukungan anggaran.
Lebih jauh, Bonifasius mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan adat istiadat serta hukum adat agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar.
“Saya pesan kepada para tokoh adat untuk memikirkan bagaimana cara menjaga adat istiadat kita, karena jika tidak kita jaga, adat kita bisa hilang,” tegasnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung semua inisiatif positif yang bertujuan melestarikan adat, dan mendorong tokoh adat untuk mengatur perencanaan dengan baik serta mengajukan proposal untuk mendapat bantuan dari pemerintah.
“Atur baik perencanaannya, ajukan proposalnya, nanti pemerintah akan bantu,” tutup Bupati Bonifasius.
Acara ini mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat adat Mahulu untuk terus bersinergi dalam menjaga kearifan lokal dan adat istiadat sebagai bagian dari identitas budaya daerah. (Adv/*Prokopim Mahulu)