Pihaknya mendukung Bus BCT tetap beroperasional di Kota Balikpapan, karena selama ini Bus BCT memberikan kenyamanan bagi para penumpang. Inilah yang menjadi alasan masyarakat Balikpapan.
Menurutnya, selama ini sopir angkot belum memberikan pelayanan yang nyaman, karena masih ditemukan suka merokok sambil menyetir, sopir angkot yang ugal-ugalan. Padahal pengguna angkot itu ada anak-anak, lansia yang seharusnya tidak menghirup asap rokok itu.
Bus BCT memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang seperti bus mempunyai fasilitas AC, dilarang merokok, sopir juga sudah terlatih dan kecepatan mengemudi bus sudah ditentukan dan tidak boleh melebihi kecepatan 50 km/ jam dan lainnya.
“Itulah yang membuat kita, anak-anak atau orang tua naik transportasi BCT lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan bisa memfasilitasi hal tersebut dan harus tegas untuk mencari solusi terbaiknya.
“Bagaimana win solusinya.Kita tidak menginginkan angkot berhenti tapi kita menginginkan bisa jalan semuanya. Ada solusi terkait trayek atau segala macamnya. Itu harus dipertegas,” tutupnya.





