BorneoFlash.com, SURAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Yovita Bulan Bonifasius menghadiri Acara Kirab Budaya dan Parade Mobil Hias yang merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 Dekranas, di Kota Solo, Rabu (15/05/2024).
Kirab dan Parade yang dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo ini, dimeriahkan oleh sekitar 104 kendaraan hias dan 1.250 peserta dari berbagai daerah yang terdiri dari pengurus Dekranasda dan PKK dari seluruh Indonesia, yang digelar dengan rute start dari Taman Sriwedari dan finish di Pamedan Mangkunegaran.
Ketua Dekranasda Mahulu Yovita Bulan Bonifasius yang hadir bersama anggotanya, mengapresiasi atas dilaksanakan kegiatan tersebut.
Ia pun berharap untuk Dekranasda di Kabupaten Mahulu, agar tetap lebih giat mengembangkan inovasi dan kreativitas, karena Mahulu memiliki banyak bahan yang bisa diolah untuk dijual, seperti di kabupaten/kota lain.
“Kita juga memiliki SDM yang bagus untuk mengolah semua yang sudah tersedia, seperti serawung yang bisa kita kreasikan. Kalimantan Timur, khususnya Mahulu, memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan sub suku,” kata Yovita Bulan.
Yovita Bulan memberikan saran kepada Pengurus Pusat, agar mengevaluasi lagi atau event besar yang dilaksanakan bersama ini, yaitu HKG PKK dan Dekranasda.
“Sebaiknya mengevaluasi kegiatan bersama ini, melihat plus minusnya, dan mencari solusi terbaik agar kedepan tidak terjadi kesulitan seperti ini. Karena harga tiket pesawat dan hotel yang mahal serta ketersediaan hotel yang terbatas membuat perjalanan menjadi sulit. Jika kegiatan diadakan terpisah, akan lebih mudah,” tutur Yovita Bulan Bonifasius.
Ia menambahkan lagi, “Sebaiknya kegiatan seperti ini direncanakan dengan baik. Misalnya, pemerintah pusat memberitahukan kita satu tahun sebelumnya bahwa tahun depan akan diadakan kirab atau defile baik oleh PKK maupun Dekranas, sehingga kita bisa mempersiapkan anggaran dengan baik. Jika semua dadakan seperti tahun ini, seluruh kabupaten/kota akan kesulitan mempersiapkan anggaran dan mengeluh. Seharusnya, pemerintah pusat memberitahukan rencana kegiatan satu tahun sebelumnya agar ada persiapan anggaran di daerah masing-masing, sehingga provinsi yang akan turun ke kita bisa menyiapkan siapa saja yang akan ditunjuk untuk mengikuti parade atau kirab yang dilaksanakan PKK dan Dekranasda,” imbuhnya. (Adv/*Prokopim Mahulu)