Pemkot Gelar GPM di Kelurahan Baru Ulu, Sediakan Bahan Pangan dengan Harga Jual HET

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Halaman GOR Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat yang akan Berlangsung Rabu dan Kamis 6-7 Maret 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Halaman GOR Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat yang akan Berlangsung Rabu dan Kamis 6-7 Maret 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“Kami menghadirkan distributor bahan pangan penting dalam rangka mendekatkan kepada masyarakat di wilayah ini. Sebenarnya, gerakan pangan murah ini untuk seluruh Kota Balikpapan,” jelas Yuyun.

 

GPM diminati masyarakat Kelurahan Baru Ulu Kecamatan Balikpapan Barat. “Banyak yang sudah datang mulai tadi pagi,” katanya.

 

GPM menyediakan beras SPHP, karena beras ini sangat diminati masyarakat. Setiap DP3 mengadakan event GPM, beras SPHP selalu dicari masyarakat. “Kami siapkan beras SPHP dengan harga jual Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 55 ribu per 5 kilogram beras. Kami bekerja sama dengan Bulog, selama dua hari, mereka menghadirkan beras SPHP untuk operasi gerakan pangan murah, sebanyak 10 ton,” sebutnya.

 

GPM juga menyediakan elpiji 3 kilogram sebanyak 350 tabung gas dengan harga jual Rp 19 ribu sesuai dengan harga net. “Itu juga diminati masyarakat. Kita sediakan selama dua hari,” ujarnya.

 

DP3 Kota Balikpapan juga melakukan event rutin GPM dalam satu Minggu tiga kali, yaitu di Halaman Kantor DP3 Balikpapan setiap hari Selasa dan hari Sabtu di Taman Tiga Generasi. Serta, hari Minggu di Taman Bekapai.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Halaman GOR Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Halaman GOR Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Sementara itu, seorang warga RT 27 Kelurahan Baru Ulu Kecamatan Balikpapan Barat, Lisna berharap kegiatan ini membantu warga dikarenakan harga jual barang lebih murah dibanding harga di toko. “Kami maunya bisa digelar secara rutin, tidak hanya pada saat menjelang bulan ramadan saja,” ucapnya.

 

Lisna mencontohkan harga minyak dijual dengan harga Rp 15 ribu per satu liter, sedangkan dil uaran bisa mencapai Rp 17 ribu. Harga gula dijual harga Rp 17 ribu per satu kilogram, kalau di luaran dijual dengan harga Rp 20 ribu. Begitu juga harga beras Rp 55 ribu per lima kilogram, kalau harga di luar sekitar Rp 58 ribu. Selisih harga lumayan buat keperluan lainnya, seperti jajan anak dan sebagainya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.