“Sebagai perwakilan Pemkot Balikpapan, Saya memberikan dukungan penuh terhadap program ini yang memerlukan kerjasama lebih lanjut dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta. Pemerintah Kota akan memberikan stimulasi dan insentif kepada sekolah-sekolah dalam Program Adiwiyata untuk mendorong praktik bangunan rendah emisi karbon.” Kata Muhaimin melalui siaran pers pada hari Selasa (27/2/2024).
Saat memberikan sambutan pada kegiatan Diseminasi Rencana Aksi Menuju Bangunan Nol Emisi Karbon di ,Kota Balikpapan, Sekretaris Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Tommy Alfianto, S.Sos, MT., menyampaikan bahwa pentingnya dukungan dari semua pihak dalam implementasi konservasi energi di Kota Balikpapan.
Saat ini, Balikpapan sudah mengintegrasikan strategi konservasi dalam perencanaan pembangunan kota. “Yang penting menjadi tindak lanjut terutama adalah bagaimana rencana strategis yang telah disusun dapat lebih difokuskan pada sektor bangunan gedung dan dapat mendorong penerapan yang lebih baik,” jelasnya.
Menurut Dr. Muhammad Ery Wijaya, Country Manager GBPN Indonesia, keterlibatan GBPN melalui upaya kolaboratif ini menekankan pada pendekatan bottom-up untuk dapat membangun proses reformasi kebijakan berbasis bukti (Evidence Based Policy).
“Pendekatan komprehensi ini penting karena memastikan bahwa rekomendasi yang kami sampaikan tidak hanya didasarkan pada data tetapi juga selaras dengan tujuan pembangunan Kota Balikpapan secara lebih luas,” ucapnya.

Ia pun memahami bahwa pendekatan yang bersifat umum saja tidak cukup. Oleh karena itu, berupaya melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para ahli di Kota Balikpapan, terutama dalam konteks lingkungan perkotaan berkembang pesat dan sangat beragam.
Upaya Kolaborasi antara GBPN dan Pemkot Balikpapan menunjukan komitmen terhadap visi bersama mengenai pembangunan perkotaan berkelanjutan.