Sedangkan SPBU di Kota Balikpapan berjumlah 14 SPBU. Tentunya, ini tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk warga Kota Balikpapan.
“Sebelumnya penduduk di Kota Balikpapan 700 Ribu sekian sekarang ada 800Ribu sekian menuju satu juta penduduk. Jadi sebenarnya SPBU kita kurang sekali,” ungkapnya.
Ditambah lagi, kendaraan yang masuk dari luar Balikpapan ke Kota Balikpapan seperti halnya angkutan orang maupun angkutan barang, akibatnya pasokan BBM menjadi terbagi. “Mereka menyedot kuota yang harusnya untuk warga Balikpapan,” jelasnya.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan Kota Balikpapan yang memiliki luas wilayah 565 KM2, hanya mempunyai 14 SPBU artinya satu SPBU bisa melayani radius sekitar 30-40 km2. Dengan luas wilayah tersebut, idealnya SPBU di Kota Balikpapan sekitar 50 SPBU.
“Idealnya satu SPBU itu radius 10 KM 2, artinya kalau kita pakai luas wilayah 565 KM2 sekitar 50 SPBU. Apalagi kita menuju kota metropolitan,” paparnya.
Arya pun mengatakan kondisi tanah di Kota Balikpapan tidak datar seperti daerah Jawa, sehingga ini menjadi tantangan Pertamina bersama investor, karena banyak investor mendapatkan lahan untuk membangun SPBU dengan kondisi tanah seperti itu.







