Konferwil ke II AMSI Kaltim Gelar Diskusi Publik Tentang Media Tangkal Hoax Jelang Pemilu 2024

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Konferensi Wilayah (Konferwil) ke II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur di Royal Suite Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (20/12/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Konferensi Wilayah (Konferwil) ke II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur di Royal Suite Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (20/12/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Konferensi Wilayah (Konferwil) ke II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) dirangkai dengan diskusi publik mengenai media menangkal hoax menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

 

“Tujuan kami adalah untuk mengedukasi kepada masyarakat, dengan menghadirkan narasumber dari Bawaslu Kaltim, Polda Kaltim, AMSI Pusat,” jelas Ketua Koordinator Wilayah AMSI Kalimantan, Sumarsono, disela-sela Konferwil ke II AMSI Kaltim, di Royal Suite Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (20/12/2023).

 

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Direktur Executive AMSI, Felix Lamuri; Kanit Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Kaltim, AKP Syakir Arman serta Anggota Bawaslu Kaltim, Wamustofa Hamzah.

 

Dalam diskusi publik, narasumber dari AMSI Pusat mempunyai program Trustworthy News Indicators, yang memiliki 11 indikator keterpercayaan media.

Ketua Koordinator Wilayah AMSI Kalimantan, Sumarsono saat Konferwil ke II AMSI KALTIM, di Royal Suite Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (20/12/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Ketua Koordinator Wilayah AMSI Kalimantan, Sumarsono saat Konferwil ke II AMSI KALTIM, di Royal Suite Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (20/12/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

“Bagaimana media menjadi sebuah sumber yang terpercaya. Kita dalam menjalankan tugas harus jujur, harus menjalankan kegiatan jurnalistik, media harus yang berbadan hukum, termasuk didalamnya kita memberitakan sesuatu yang sifatnya tidak boleh ilegal seperti tidak boleh narkoba, judi online tidak boleh dan unsur-unsur radikalisme,” terangnya.

 

Dari segi bawaslu, pihaknya mengajak supaya masyarakat menghindari hoax kampanye negatif di media sosial dan ini menjadi tugas media. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.