Sementara itu, Guru Pembimbing Dual Track SMA Negeri 8 Balikpapan Taufik Rahman mengungkapkan rasa senang siswinya bisa mengikuti bazar yang tergolong besar ini.
Ia menyampaikan bahwa program Dual Track ini merupakan kurikulum baru yang diterapkan pada tahun ini. Program Dinas Pendidikan ini dikelola oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS) seluruh Indonesia.
“Dual Track ini sebenarnya SMA rasa SMK yang diperuntukkan siswa siswi yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah dan itu dipilih. Mereka dilatih untuk mempunyai keahlian,” terangnya.
Program Dual Track tahun ini ada tiga jurusan yakni Tata Boga, Multimedia dan Tata Busana. Program ini merupakan pelajaran tambahan dari sekolah yang dilaksanakan di luar dari jam sekolah yakni hari Sabtu dan Minggu. “SMA Negeri 8 merupakan satu-satunya sekolah di Balikpapan yang mempunyai program Dual Track. Untuk tahun pertama ini,” ungkapnya.
SMA Negeri 8 Balikpapan ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, sehingga bisa menerima program ini. “Di Kalimantan Timur sendiri sepengetahuan saya ada 20 sekolah dan ditujukan kepada sekolah, mohon maaf di daerah 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) atau sekolah yang besar kemungkinan siswa siswinya tidak kuliah,” jelasnya.
Kurikulum yang memiliki pembelajaran selama 120 jam dalam setahun sudah harus mempunyai produk. “Ini adalah targetnya,” imbuhnya.







