Kemudian H2 yang telah terpisah tersebut dialirkan ke dalam ruang pembakaran dari mesin kendaraan bermotor.
Namun, air yang bisa digunakan dan dikonversi menjadi hidrogen untuk bahan bakar kendaraan bermotor adalah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat.
Aryanto menjelaskan air yang dimasukkan ke dalam Nikuba akan melalui proses elektrolisis hingga terpecah menjadi hidrogen dan oksigen tersebut.
Lalu hidrogen yang terpecah bakal dialirkan ke ruang pembakaran mesin kendaraan. Sementara itu oksigennya melalui proses elektrolisis lagi hingga bisa menjadi hidrogen.
Hidrogen dari proses elektrolisis oksigen itulah yang dialirkan ke ruang pembakaran sehingga berperan menjadi pengganti bahan bakar.
“Untuk proses menghasilkan hidrogen, tetap dibutuhkan katalis. Dan katalis yang saya gunakan ini, buatan saya sendiri, hasil jerih payah saya untuk menemukan katalis yang tidak ada di pasaran,” katanya.
Dalam uji cobanya, 1 liter air yang dikonversi menjadi hidrogen lewat Nikuba diklaim bisa membuat kendaraan menempuh perjalanan Cirebon ke Semarang pulang pergi.
Atau kalau dihitung secara jarak dalam 1 liter air bisa menempuh sekitar 480 km.





