Pemerintah dapat mendukung dengan melakukan kebijakan atau regulasi yang tepat dan mendukung dari sisi persaingan usaha yang sehat di sektor ini.
Sektor pariwisata Kaltim harus segera disiapkan untuk menerima IKN effect, semakin banyaknya arus orang masuk ke Kaltim. Tentu sektor pariwisata juga harus didukung sektor lain. Dimulai dari pelayanan dan penyediaan sarana transportasi yang banyak pilihan dan kompetitif.
Kanwil V menyoroti konektivitas transportasi dari Kaltim ke tujuan wisata lain di Kalimantan, misalnya ke Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan atau Kalimantan Tengah yang cukup tinggi tarifnya.
Saat ini tarif pesawat menuju daerah wisata juga cukup mahal dan terbatas seperti contoh wisata ke derawan dan maratua di Kabupaten Berau dari Balikpapan (Pulang pergi) hanya menyediakan penerbangan dari sedikit maskapai dan itupun tarif lumayan tinggi.
Sehingga hal ini perlu diperhatikan agar transportasi udara ke beberapa daerah di Kaltim diperhatikan tujuannya agar harga kompetitif dan adanya pilihan lain sehingga menarik minat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Kaltim.
Perhatian kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah tentu menjadi prioritas utama agar dapat berperan sebagai aktor utama berkembangnya sektor pariwisata Kaltim ke depan, mampu bersaing dengan para pelaku usaha besar dan investor besar yang bersiap masuk ke kawasan IKN dan sekitarnya.
Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan sepakat dengan KPPU, dimana Pemerintah Kota Balikpapan mengembangkan produk usaha mikro kecil dan menengah agar dapat mengakses peluang di perhotelan dan tempat wisata lainnya.
“Apabila kita melihat hasil studi Indeks Persaingan Usaha (IPU) pada tahun 2022 yang dilakukan KPPU bekerjasama dengan Universitas Padjajaran, diketahui bahwa Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Kaltimmenunjukkan indeks persaingan usaha yang tinggi,” ucapnya.