Pembagian minyak goreng ini dikoordinir oleh Kader TP PKK yang ada di Kecamatan maupun Kelurahan. Setiap satu Kepala Keluarga (KK) hanya mendapatkan sebanyak dua liter.
Ternyata saat ini ada peningkatan kebutuhan minyak goreng yang awalnya hanya dua liter, saat ini kebutuhannya naik menjadi enam liter perbulan. Kemungkinan aktivitas menggunakan minyak goreng banyak.
Namun, Ketua TP PKK Balikpapan meminta masyarakat terutama kepada kaum ibu untuk tidak panik atau membeli minyak goreng secara berlebihan.

Pasalnya, situasi panic buying bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan.
“Saya pribadi pernah beli migor di daerah Manggar dengan harga sudah mencapai Rp 48 ribu untuk ukuran dua liter. Tapi situasi seperti ini, kita jangan panik dengan membeli secara berlebihan. Beli sesuai kebutuhan saja,” tegasnya.
(BorneoFlash.com/Niken)








