Sedangkan lokasi titik api berada di atas ketinggian 12-15 meter dengan api 2-3 meter, sehingga terlihat seperti terjadi kebakaran besar, padahal tidak seperti itu.
Karena yang terbakar adalah zat yang mudah terbakar, sehingga pendinginan terus menerus harus dilakukan.
“Kebakaran terjadi pukul 10:32 Wita dan bisa berhasil dipadamkan pukul 11:00 Wita. Tapi pendingin terus dilakukan meskipun api sudah dikendalikan sampai memastikan betul-betul aman. Tadi kita hentikan pukul 14:30 Wita,” paparnya.
Memang sempat api kembali membesar sesaat, hal itu dilakukan Tim HSSE menyemprotkan nitrogen di lokasi yang terbakar, tujuannya untuk mempermudah saat melakukan perbaikan.
Saat ini tim sedang memasang scaffolding atau alat perancah untuk mengetahui kerusakan yang terjadi seberapa parah.

“Kita memang sengaja dilakukan, agar minyak yang terjebak hilang,” ungkapnya.
Terkait kerugian yang terjadi akibat kebakaran ini masih belum bisa dikalkulasikan, karena saat ini Tim masih melakukan assessment dan investigasi di lokasi kejadian agar tidak terjadi lagi di area yang lain.
“Impactnya belum bisa kita sampaikan,” ujarnya.
(BorneoFlash.com/Niken)






