Kemudian, ketika memasuki gerbang sekolah di arah sebelah kanan terlihat bangunan yang tidak difungsikan dan terlihat kumuh, sehingga terkesan kotor.
Begitu pula, saat memasuki ruang kelas perlu adanya perbaikan karena tempat belajar tidak memberikan kenyaman peserta didik saat belajar.
Berdasarkan pantauan, menuju belakang sekolah terlihat hutan belantara. Walaupun sudah ada pagar pembatas tetapi belum terselesaikan, sehingga membahayakan siswa-siswi dalam proses belajar.
“Kadang anak anak melewati area tersebut untuk bolos maupun meninggalkan pelajaran sekolah,” pungkasnya.
Pembelajaran di SMPN 020 dilakukan secara tatap muka, tentunya ini berdampak terhadap kemajuan pendidikan peserta didik.
Apabila SMPN 020 sarana dan prasarana baik seperti sekolah lainnya, tentu banyak peminat untuk bersekolah di SMPN 020. Pasalnya, SMPN 020 hanya memiliki 12 kelas mencakup kelas VII- IX.
(BorneoFlash.com/Niken)