Gubernur Kaltim Tegaskan Larangan Cuti Bagi ASN Saat Nataru

oleh -
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Foto : BorneoFlash.com/DOK.
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Foto : BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ditiadakan.

Hal tersebut menyusul kebijakan Pemerintah Pusat yang akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Nataru.

Kebijakan ini untuk menekan potensi peningkatan kasus infeksi Covid-19 jelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. 

Salah satunya dengan melarang aparatur sipil negara (ASN) mengambil cuti.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan selama penerapan kebijakan tersebut Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kaltim dilarang cuti.

” Ini memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Itu sudah keputusannya agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19,” ujarnya usai acara penutupan Apresiasi Kreasi Indonesia di Plaza Balikpapan, Selasa (30/11/2021).

Adanya kebijakan tersebut sekaligus untuk mengantisipasi varian baru Covid-19 Omicron atau B.1.1.529 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan dilaporkan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 24 November 2021 lalu.

“Termasuk untuk antisipasi masuknya varian baru itu. Karena varian ini katanya tingkat penularannya lebih dari varian Delta,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan terkait ASN dilarang cuti ini merupakan cikal bakal dilakukanya kembali penyekatan. 

“Pembatasan saya kira pasti ada, ASN saja dilarang. Itu salah satu wujud pembatasan, karena ASN wujud pedoman dan contoh teladan bagi rakyat,” jelasnya 

Isran mengaku belum mengetahui skema pembatasannya masih menunggu keputusan dari pusat. “Kami yang di daerah ya mengikuti saja,” ucapnya.

Ditanya terkait adanya pembatasan di setiap pintu gerbang bagi warga luar termasuk asing yang masuk ke Kaltim, Isran menyebut masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat.

“Pasti ada pembatasan, tapi kita masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Satu atau dua minggu kedepan akan diumumkan soal pembatasan-pembatasan itu,” pungkasnya. 

(BorneoFlash.com/Eko)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.