BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Arzaedi Rachman juga angkat bicara mengenai masih adanya pedagang yang masih berjualan di luar areal gedung Pasar Pandansari.
Dikarenakan pedagang tidak mendapatkan lapak atau petak di Lantai 2 dan 3 pasar.
Menyikapi hal tersebut Arzaedi Rachman pedagang yang tidak memperoleh lapak di lantai 2 dan 3 pasar. Disarankan untuk datang ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Pandansari, nantinya UPT akan mengarahkan pedagang yang tidak memiliki lapak.
“Jangan ngomong bilang tidak mendapatkan lapak, silahkan datang ke UPT, biar nanti UPT yang mengarahkan dan menunjukan lapak yang masih tersisa,” ujarnya baru -baru ini.
Selain itu, dia menambahkan retribusi lapak yang ada di pasar tidak sampai 150 ribu per bulannya.
jadi pedagang silahkan datang ke UPT, jangan ngomong di luar tidak mendapatkan lapak.
Ia mengatakan sudah menghubungi UPT Pasar Pandansari yang daftar hanya 30 orang, akan tetapi orang yang mendaftar tidak ada lagi datang usai mendaftar.
“Pedagang cukup datang membawa KTP dan Kartu Keluarga, nanti biar UPT yang menunjukan lapaknya dimana,” bebernya.
Sementara itu saat ditanya mengenai informasi lapak yang berada di lantai 2 dan 3 sudah ada pemiliknya.
Arzaedi membantah, hal tersebut. Sejauh ini menurutnya seluruh lapak yang berada di pasar, bahkan di lantai 2 dan 3 merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
“Tolong sampaikan ke pedagang, jangan katanya-katanya. Silahkan saja datang ke UPT biar nanti UPT yang mengarahkan,” ucapnya lagi.
Bahkan dia katakan, kalau hanya mendengar informasi sepihak nanti malah akan repot.
Untuk itu dalam hal ini dirinya mengarahkan pedagang untuk langsung mendatangi ke UPT.
” jadi sepanjang lapak belum terisi, maka akan disewakan. Yang jelas lapak di pasar merupakan milik Pemkot Balikpapan,” paparnya.
Dirinya menuturkan, jika memang lapak tersebut sudah ada yang sewa, maka akan dilihat lagi, apakah pedagang yang menyewa sudah membayarkan sewanya.
” Kalau belum, maka akan disewakan kembali ke pedagang lain,”pungkasnya.
(BorneoFlash.com/Eko)