BorneoFlash.com, SENDAWAR – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kutai Barat menggelar lomba bertutur atau bercerita tingkat SD/MI tahun 2021,
Lomba yang berlangsung di Ruang Aji Tullur Jejangkat(ATJ) secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Barat pagi tadi, Rabu (19/05).
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kutai Barat, Bahtiar menjelaskan kegiatan ini bertujuan menarik minat baca anak terhadap buku-buku dan cerita budaya daerah (Lokal).
Selain itu, lomba ini juga untuk menumbuhkan kecintaan akan budaya nasional, menanamkan cinta kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan.
Yang mana dalam perlombaan ini diikuti oleh 7 orang siswa dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Barong Tongkok 2 orang siswa dan untuk Kecamatan Sekolaq Darat, Damai, Muara Lawa, Linggang Bigung dan Kecamatan Bentian Besar masing-masing 1 orang.
“Hari ini kegiatan lomba dilaksanakan 1 hari. Dan pemenang dari lomba ini akan mewakili Kabupaten Kutai Barat untuk mengikuti ke tingkat Provinsi,” ucapnya.
Dijelaskannya bahwa kegiatan perlombaan ini dilakukan secara rutin pada tiap tahunnya secara nasional yang pelaksanaanya berjenjang dimulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.
Dan untuk di Kabupaten Kutai Barat sendiri merupakan kegiatan lomba yang ketiga kalinya diselenggarakan sejak 11 Juli 2019 di Taman Budaya Sendawar(TBS) pertama kali.
“Mengambil tema ‘Menumbuhkembangkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya lokal dalam upaya membangun karakter kecerdasan, kreativitas dan inovasi mensukseskan gerakan pemberdayaan minat baca masyarakat,” sebutnya.
Dia menjelaskan dasar hukum pelaksanaan ini sebagaimana disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menyebutkan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembudayaan kegemaran membaca dapat dilakukan melalui tiga (3) unsur yaitu Keluarga yang difasilitasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui Buku Murah dan Berkualitas,
Kedua Satuan Pendidikan dengan mengembangkan dan memanfaatkan Perpustakaan sebagai Proses Pembelajaran dan ketiga masyarakat yaitu dengan menyediakan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau.
“Tujuan akhir dari budaya baca ini menjadi bagian positif untuk perluasan nilai-nilai nasionalis dan cinta tanah air maka mari bersama-sama menanamkan budaya baca pada anak–anak sedini mungkin serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif,” jelas Kadis Arpus
(BorneoFlash.com/Lilis Suryani)