Selain susah untuk belajar daring, minimnya sinyal internet di Pedesaan jadi faktor terhambatnya interaksi dan perkembangan di dunia luar.
Ia berharap pemerintah melalui perusahan telekomunikasi dapat membangun fasilitas supaya masyarakat Desa Belimbing dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Paser tidak ketinggalan dari desa lain yang sudah mengikuti perkembangan zaman.
Selain desa Belimbing, puluhan pelajar Desa Pinang Jatus Kecamatan Long Kali juga mendatangi salah satu puncak bukit untuk mencari sinyal sudah atas sepengetahuan orang tua.
Bahkan tidak sedikit pelajar yang naik bukit diantarkan orang tua karena merasa tidak aman membiarkan anaknya pergi sendirian. Salah seorang orang tua siswa mengaku harus mengantarkan anaknya ke puncak bukit supaya hatinya tidak risau membiarkan anaknya pergi jauh.
Menurutnya, pergi ke bukit menjadi satu-satunya solusi bagi pelajar di Desa Pinang Jatus termasuk anaknya.
“Harapannya segera ada tower agar jaringan internet mudah diakses cukup dari rumah. Yang saya tau, Pemerintah Desa sudah beberapa kali melakukan permohonan ke pihak Pemerintah Daerah untuk diteruskan ke penyedia jasa layanan”, katan ibu yang mengaku pengurus PKK Pinan Jatus ini.
Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Paser Abdul Kadir mengakui di beberapa desa di Kabupaten Paser kondisi sinyal memang masih sulit diakses.
Abdul Kadir lalu menyebut Pemkab Paser melalui dinas terkait yakni yakni Kominfo dan Persandian sudah lama mengusulkan agar perusahaan provider membangun tower di desa-desa yang selama ini kesulitan mendapatkan signal.
“Tapi sampai sekarang usulan tersebut masih ada kendala sehingga seluruh desa di Kabupaten Paser belum ada terjangkau signal hp karena kemungkinan masalah aspek ekonomi dan lainnya”, jelasnya.
Lebih lanjut, ia memgatakan pihak Perusahaan tentu menghitung-hitung untung dan rugi untuk membangun akses jaringan ke pedalaman.
“Sudah lama Pemkab Paser usulkan agar dibangunkan tower. Kalau tidak salah baru-baru ini pak Wakil Bupati dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang langsung menyampaikan permohonan ini kepada GM Telkom Balikpapan saat kunjungan ke Paser”, tegasnya.
Abdul Kadir mengatakan, sejauh ini baru sepertiga daerah Kabupaten Paser yang sudah lancar akses internet.
“Mudah-mudahan perusahaan telekomunikasi lainnya dapat memberikan solusi sehingga desa-desa di Kabupaten Paser terjangkau akses internet,” pungkasnya.(*)

