Pemkot Balikpapan

Balikpapan Pacu Lumbung Pangan Baru, 96 Hektare Sawah Disiapkan Tekan Inflasi dan Dukung MBG

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat langkah mewujudkan kemandirian pangan, melalui pengembangan lahan sawah seluas 96 hektare di kawasan Gunung Binjai, Kecamatan Balikpapan Timur. 

Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi strategi pengendalian inflasi dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan lahan tersebut merupakan tanah yang telah dialihfungsikan menjadi kawasan ketahanan pangan. Saat ini, dari total 96 hektare, sebanyak 42 hektare telah berhasil dicetak menjadi sawah produktif.

“Kita sudah merealisasikan 42 hektare. Sisanya 54 hektare kita harapkan bisa segera ditindaklanjuti agar seluruh kawasan ini, benar-benar menjadi lumbung pangan baru bagi Balikpapan,” ujarnya, pada Selasa (8/6/2026).

Untuk menyelesaikan sisa lahan yang belum tergarap, Pemkot Balikpapan berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Pasalnya, keterbatasan APBD menjadi tantangan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian.

Beberapa kebutuhan prioritas meliputi pembangunan jalan usaha tani, saluran irigasi teknis, hingga sumur air dalam untuk mengantisipasi musim kemarau. Ketersediaan air dinilai krusial agar seluruh lahan 96 hektare dapat teraliri secara optimal sepanjang tahun.

“Kita ingin kapasitas air cukup, terutama saat kemarau. Karena tanpa irigasi yang kuat, produktivitas sawah tentu akan terganggu,” jelas Bagus.


Selain Gunung Binjai, pemerintah juga mengidentifikasi potensi lahan pertanian di wilayah utara kota, khususnya di sisi kanan dan kiri jalan tol yang masih didominasi lahan gambut.

Kawasan tersebut masuk dalam skema Kawasan Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan (KP2B), yang memungkinkan adanya dukungan anggaran tambahan dari pusat.

Namun demikian, untuk mengakses skema tersebut, pemerintah daerah harus menyiapkan usulan teknis secara matang agar memenuhi persyaratan program.

Tak hanya fokus pada pembukaan lahan, Pemkot Balikpapan juga berencana mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta benih unggul bagi petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Lebih jauh, penguatan sektor pertanian ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan, terutama komoditas seperti beras, cabai, dan tomat yang kerap menjadi penyumbang inflasi.

“Inflasi kita salah satunya dipicu cabai dan tomat. Karena itu, kita harus menyiapkan produksi dari sekarang agar pasokan stabil,” tegasnya.

Dengan pengembangan 96 hektare sawah dan potensi lahan baru di wilayah utara, Balikpapan menargetkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian kota secara keseluruhan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar