Selain Gunung Binjai, pemerintah juga mengidentifikasi potensi lahan pertanian di wilayah utara kota, khususnya di sisi kanan dan kiri jalan tol yang masih didominasi lahan gambut.
Kawasan tersebut masuk dalam skema Kawasan Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan (KP2B), yang memungkinkan adanya dukungan anggaran tambahan dari pusat.
Namun demikian, untuk mengakses skema tersebut, pemerintah daerah harus menyiapkan usulan teknis secara matang agar memenuhi persyaratan program.
Tak hanya fokus pada pembukaan lahan, Pemkot Balikpapan juga berencana mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta benih unggul bagi petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani.
Lebih jauh, penguatan sektor pertanian ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan, terutama komoditas seperti beras, cabai, dan tomat yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
“Inflasi kita salah satunya dipicu cabai dan tomat. Karena itu, kita harus menyiapkan produksi dari sekarang agar pasokan stabil,” tegasnya.
Dengan pengembangan 96 hektare sawah dan potensi lahan baru di wilayah utara, Balikpapan menargetkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian kota secara keseluruhan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar