“Karena sebelumnya mereka memiliki kendala ketika diundang ke provinsi untuk mengikuti perlombaan maupun seni pertunjukan, mereka agak kesulitan dalam operasional transportasi,” ujarnya.
Aulia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh hanya melihat keterbatasan yang dimiliki para siswa. Menurut dia, banyak anak-anak SLB yang justru memiliki kemampuan dan bakat luar biasa yang perlu mendapat dukungan lebih besar.
“Mereka mungkin memiliki keterbatasan di satu sisi, akan tetapi kita tidak boleh menutup kemungkinan keberuntungan mereka di sisi yang lain, dan kita semua harus mendukung,” ucapnya.

Ia juga mengaku kagum dengan kemampuan para siswa SLBN Tenggarong yang dinilai mampu menunjukkan potensi di berbagai bidang.
Meski pengelolaan aset sekolah SLB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Aulia menegaskan Pemkab Kukar tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
“Secara operasional Pemerintah Kabupaten Kukar memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses belajar mengajar di sekolah ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar