Berita Kota Samarinda

Kebakaran di Sungai Kunjang: Enam Bangunan Terbakar, Diduga Akibat Ledakan Tabung Gas

lihat foto
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku memadamkan api yang menghanguskan enam bangunan di Jalan Revolusi, Gang Indah, Kelurahan Lok Bahu, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku memadamkan api yang menghanguskan enam bangunan di Jalan Revolusi, Gang Indah, Kelurahan Lok Bahu, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA  — Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Revolusi, Gang Indah, RT 05, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026) siang. 

Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.35 WITA itu menghanguskan sedikitnya enam bangunan dan sempat membuat warga panik setelah terdengar beberapa kali suara ledakan dari lokasi kejadian.

Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Bagus, menuturkan api pertama kali terlihat dari kepulan asap yang keluar dari salah satu kamar rumah sebelum kobaran membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

“Awalnya hanya terlihat asap dari dalam rumah. Saat kami mendekat, api sudah mulai membesar,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia mengatakan suasana semakin menegangkan ketika kaca bangunan pecah akibat suhu panas yang tinggi.

Tidak lama kemudian, warga mendengar beberapa kali suara ledakan dari dalam rumah yang terbakar.

“Kemungkinan kaca pecah karena panas. Setelah itu terdengar suara ledakan, ada yang kecil dan ada juga yang cukup keras,” katanya.


Warga menduga ledakan tersebut berasal dari tabung gas yang berada di dalam rumah. Beruntung, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena pemilik sedang bekerja sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Pemilik rumah sedang bekerja, jadi saat kejadian tidak ada orang di dalam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan sejumlah armada begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, kami segera menurunkan personel dari tiga posko guna mencegah api meluas ke bangunan lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, terdapat enam bangunan yang terdampak kebakaran, terdiri dari empat rumah tunggal dan dua bangunan bangsalan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih selama satu jam dengan bantuan suplai air dari relawan yang berada di lokasi.

Ia menambahkan, akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sebelum merambat lebih luas ke permukiman warga lainnya.

“Seorang relawan sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal saat proses pemadaman berlangsung dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar